PENDAHULUAN
Wawasan nusantara
merupakan cara pandang terhadap bangsa Indonesia dengan orientasi menjaga
kesatuan dan persatuan untuk mencapai tujuan nasional. Pengertian mengenai
wawasan nusantara sebenarnya ada beberapa versi. Istilah wawasan mengandung
arti cara pandang dan pengetahuan. Nusantara adalah nama lain dari Indonesia.
Secara etimologis, wawasan berarti wawas atau melihat dan nusantara berarti
deretan pulau-pulau atau kepulauan. Kita tidak perlu ambil pusing terhadap
definisi wawasan nusantara yang diturunkan secara etimologis. Secara singkat
kita bisa katakan bahwa pengetahuan tentang Indonesia merupakan suatu bentuk
wawasan nusantara. Dalam wawasan nusantara juga memiliki asas asas yang
menopang atau menjadi suatu ciri dan karakter pada wawasan ini
KARAKTER KEADILANDALAM WAWASAN
NUSANTARA
karakter adalah
nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang
terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan
dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah
laku dalam kehidupan sehari-hari.
Dari karakter yang ada
pada diri manusida, terdapat nilai-nilai karakter berdasarkan budaya dan bangsa
seperti religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai
prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli
lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Karakter di ambil dari
bahasa Inggris character, yang juga berasal dari kata yunani Character .
Awalnya kata ini digunakan untuk menandai hal yang mengesankan dari koin
(keping uang). Belakangan secara umum istilah character digunakan untuk
mengartikan hal yang berbeda antara satu hal dengan yang lainnya, dan akhirnya
juga digunakan untuk menyembut kesamaan kualitas pada tiap orang yang
membedakan dengan kualitas lainnya.
Dalam istilah modern, di tekankan pada perbedaan dan
individualitas yang cenderung menyamakan istilah karakter dengan personalitas.
Personalitas atau kepribadia dapat di pahami sebagai organisasi dinamis pada
individu tempat sistem psikofisikal menentukan penyesuaian unik terhadap
lingkungannya. Kepribadian juga merupakan tingkah laku yang bisa kita lihat
sebagai hasilkondisi individu dan struktur situasi psikologis. Intinya, pola tingkah laku dan perbuatan pada
cara seseorang dalam merespon situasi yang menunjukan konsistensi tertentu,
biasanya kita pahami sebagai karakter dan kepribadiannya.
Misalnya, ketika kita melihat seseorang yang selalu
menangis ketika mendapat masalah, kita akan mengatakan bahwa karakter orang
tersebut adalah cengeng. Jika kita sering melihat seseorang selalu marah saat
ada masalah dan sesuatu menimpanya, kita akan melihat pola – pola rosponsnya
secara ajeg dan kita katakan bahwa kepribadiannya adalah pemarah.
Istilah karakter untuk menilai kepribadian manusia
memiliki sejarah yang panjang. Masing-masing masyarakat dalam perjalanan
sejarah dulu mengaitkan karakter dengan nilai-nilai filsafat.
Di zaman modern, karakter manusia menjadi kajian
antropologis dan psikologis yang mendalam. Dalam hal ini karakter manusia
memilik keunikan yang membedakannya dengan binatang karena manusia telah mampu
mengembangkan dirinya melampaui determinisme natural (alam).
Perkembangan kebudayaan sering berkaitan dengan karakter
dan kepribadian individu. Istilah karakter juga menunjukan bahwa tiap-tiap
sesuatu memiliki perbedaan. Dalam istilah modernnya, tekanan pada istilah
perbedaan (distinctiveness) atau individualitas cenderung membuat kita
menyamakan antara istilah karakter dan personalitas. Orang yang memiliki
karakter berarti pemilik kepribadian.
Istilah kepribadian juga berkaitan dengan istilah
karakter, yang diartikan sebagai totalitas nilai yang mengarahkan manusia untuk
menjalani hidupnya. Jadi, ia berkaita dengan sistem nilai yang dimiliki oleh
seseorang. Orang yang matang atau dewasa biasanya memiliki konsistensinya dalam
karakter. Ini merupakan akibat keterlibatannya secara aktif dalam proses
pembangunan karakternya. Jadi, karakter dibentuk oleh pengalaman hidup. Pada
akhirnya tatanan dan situasi kehidupanlah yang menentukan terbentuknya karakter
masyarakat kita. Untuk menilai oang lain, orang akan melihat kepribadiaannya.
Umumnya, kepribadian baik itu menyenangkan dan menarik. Sedangkan, kepribadian
buruk itu menjengkelkan dan menimbulkan rasa tidak suka.
Jika kebudayaan merupakan pola-pola yang mengatur tiap
anggotanya yang merupakan sosok yang memiliki kepribadian masng-masing, ada dua
hal yang mungkin terjadi. Pertama, kepribadian manusia akan di tentukan oleh
budayanya karena ia harus menyesuaikan diri dengan pola-pola pikir dan tingkah
laku yang ada. Kedua, masyarakat dan kebudayaannya merupakan abstaksi prilaku
manusia. “kepribadian masing-masing manusia mencerminkan kepribadian bangsa”,
begitulah kita sering mendengarnya.
Bangsa yang terbelakang,
yang tak jelas arahnya, biasanya semakin bayak di penuhi individu individu,
terutama pemimpinnya, yang kepribadiannya buruk, korupsi, manipulasi, hanya
jual citra diri. Pragmantis, dan instan dalam membuat kebijakan. Percayalah,
bangsa ini akan hancur karena kepribadiannya semakin rusak.
Dari berbagai pendapat di
atas dapat disimpulkan bahwa karakter itu berkaitan dengan kekuatan moral,
berkonotasi “positif” bukan netral. Jadi orang berkarakter adalah orang yang
mempunyai kualitas moral (tertentu) positif.
Artinya kesesuaian dalam
mendapatkan hasil berdasarkan usaha yang telah dilakukan termasuk mendapatkan
apa yang telah menjadi hak.
karakter memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
· Karakter adalah
“siapakah dan apakah kamu pada saat orang
melihat kamu” (character is what you are when nobody is looking).
· Karakter merupakan
hasil nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan (character is the result of values
and beliefs).
· Karakter adalah sebuah kebiasaan
yang menjadi sifat alamiah kedua ( character is a habit that becomes second
nature).
· Karakter bukanlah
reputasi atau apa yang di pikirkan orang lain terhadapmu (character is not
reputation or what others think about you).
· Karakter bukanlah
seberapa baik kamu dari pada orang lain (character is not how much better you are then others).
· Karakter tidak kreatif
(character is not relative!).
Menurut M.Panggabean
(1979 : 349) wawasan nusantara adalah
doktrin politik bangsa Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara
Republik Indonesia, yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan memperhitungkan
pengaruh geografi, ekonomi, demografi, teknologi dan kemungkinan strategik yang
tersedia.
Pemahaman negara
Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari
ARCHIPELAGO CONCEPT atau azas Archipelagoyang Berbeda dengan negara-negara
barat pada umumnya .
Pentingnya Wawasan
Nusantara dalam mengimplementasikannya dalam berbagai aspek dan sendi
dalam kehidupan karena wawasan nusantara
merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya
berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang
merupakan aspirasi bangsa merdeka, berdaulat, bermartabat, serta menjiwai tata
hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.
Implementasi atau
penerapan wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap, dan
pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada
kepentingan pribadi atau kelompok. Dengan kata lain, wawasan nusantara menjadi
pola yang mendasari cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka
menghadapi berbagai masalah menyangkut kehidupan bermayarakat, berbangsa dan
bernegara. Imlementasi wawasan nusantara bertujuan untuk menerapkan wawasan
nusantara dalam kehidupan sehari-hari yang mencakup bidang politik, ekonomi,
sosial, budaya, serta pertahanan nasional. Implementasi wawasan nusantara
senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara
utuh dan menyeluruh
Dalam hal ini wawasan
nusantara memiliki suatu asas, Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan
ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan
diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen atau unsur
pembentuk bangsa (suku, bangsa, golongan dll) terhadap kesepakatan atau
komitmen bersama.
Jika asas Wawasan Nusantara
diabaikan maka berarti cerai berainya bangsa dan negara Indonesia. Asas Wawasan
Nusantara terdiri dari :
- Kepentingan yang sama.
- Keadilan.
- Kejujuran.
- Solidaritas.
- Kerjasama.
- Kesetiaan.
Dalam hal ini yang akan
disinggung yakni mengenai asas keadilan yang termaksud dalam asas wawasan
nusantara, Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan
manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem
yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua
orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran
yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau
hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima
bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut
berarti ketidak adilan.
Berikut merupakan
beberapa macam keadilan
- Keadilan Legal atau Keadilan MoralKeadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya.Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.
- Keadilan Distributifkeadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
- Keadilan KomutatifKeadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
sumber
- M.Panggabean (1979 : 349) wawasan nusantara 23:28
- M. Budiyarto Tahun 1980”Wawasan Nusantara dalam
peraturan Perundang-Undangan Negara Republik Indonesia” Penerbit Ghalia Indonesia.
- Geopolitik indonesia tentang paham negara kepulauan -9 wawasan nusantara pdf.jurnal
- http://sitisaiyah.blogspot.com/2012/04/implementasi-wawasan-nusantara-dalam.html 23:40
- id.wikipedia.org/wiki/Geopolitik_di_Indonesia6:20
- Deklarasi bunaken tentang pemahaman dan masa depan persatuan bangsa indonesia 16 November 84 PDF.jurnal buku lintas tim 3
- www.academia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar