Kae lustiandi
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Pengertian Arsitektur
Arsitektur
adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas,
arsitekturmencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai
dari level makroyaituperencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur
lansekap, hingga ke level mikro yaitudesain bangunan, desain parabot dan desain
produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasilproses perancangan tersebut.
1.2
Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang
mencakup keadaan sumber daya alam sepertitanah, air, energi surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalamlautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimanamenggunakan lingkungan fisik tersebut.Bagi sebagian besar orang, waktu
mereka dihabiskan untuk terlibat dalam organisasi baikformal maupun informal.
Sejak kita memasuki masa sekolah hingga hidup bermasyarakat, tentunyabanyak
sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, seperti kelompok paduan suara,
tim olahraga,kelosmpok musik atau drama, organisasi keagamaan di lingkungan
tempat tinggal, atau juga bisnis.Organisasi formal merupakan sistem tugas,
hubungan, wewenang, tanggung jawab, danpertanggung jawaban yang dirancang oleh
manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkanorganisasi informal adalah
suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukanatas
dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam
perusahaankarena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan
pada suatu kantor. Organisasiinformal muncul karena adanya kebutuhan pribadi
dan kelompok dalam suatu organisasi.Organisasi formal merupakan sistem tugas,
hubungan, wewenang, tanggung jawab, danpertanggung jawaban yang dirancang oleh
manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkanorganisasi informal adalah
suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukanatas
dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam
perusahaankarena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan
pada suatu kantor. Organisasiinformal muncul karena adanya kebutuhan pribadi
dan kelompok dalam suatu organisasi.
1.3
Rumusan permasalahan
- 1.
Apa
itu green arsitektur
- 2.
Pengaruh
lingkungan terhadap arsitektur
- 3.
Perkembangan
arsitektur di indonesia
- 4.
tujuan
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
Peranan arsitektur terhadap lingkungan
Seorang arsitek, adalah seorang ahli di bidang ilmu
arsitektur, ahli rancang bangun atau ahlilingkungan binaan. Istilah arsitek
seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang
perancangbangunan, adalah orang yang terlibat dalam
perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksibangunan, yang perannya untuk
memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunantersebut dalam sisi astetika,
budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karenalingkup
pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan,
lingkup bangunan,lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan
regional. Karenanya, lebih tepatmendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di
bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun ataulingkungan binaan. Arti lebih
umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana."Arsitek"
berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton
(masterpembangun), arkhi (ketua) +
tekton (pembangun, tukang kayu). Dalam penerapan profesi, arsitek berperan
sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas(pemilik bangunan). Arsitek
harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai denganbestek dan
perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai
direksi,dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor.
Bilamana terjadipenyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan,
memerintahkan perbaikan ataumembongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan
yang disepakati.Namun dalam penerapan pekerjaan arsitektur jarang yang
memperhatikan dampak lingkunganbinaan sekitar
Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur,
yaitu hubungan antara massabangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar
lingkungannya, tak hanya manusiatetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur
sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusiaharus mampu menunjang kehidupan
dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balikyang menguntungkan untuk
kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghematdan mengurangi dampak
– dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massabangunan, akan
tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu,
1.
munculnya
trend green design
2.
Memberikan
dampak pada estetika bangunan
3.
dapat
memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
4.
Memperhatikan
kondisi lahan yang akan dibangun.
Sebagai contoh bila bangunan akandidirikan pada lahan
yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisadicarikan
solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam
padalingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang
tercipta
2.3 Pengaruh buruk dari
pekerjaan arsitek yang tidak memperdulikan lingkunagan
·
Ambrolnya
sisi utara jalan raya RE Martadinata sepanjang 103 meter.ambrolnya jalan RE
martadinata tersebut merupakan contoh dari ketidak pedulian arsitek terhadap
lingkungan sekitarnya, daerah yang seharusnya menjadi tempat hijau
(tempatpenanaman pohon bakau) dijadikan jalan raya.
·
Banjirnya
Kota Jakarta. Banjirnya kota jakarta merupakan akibat dari sitem
pembangunan-pembangunan di jakarta yang tidak memikirkan lingkungan, hal
tersebut marupakan akibatdari lingkungan yang seharunya merupakandaerah hijau
di jadikan menjadi gedung-gedungdan pemakaian plester penuh pada stiap
permukaan tanah di kota jakarta sehingga tidakadanya tempat lagi untuk resapan
air.
2.4 Pengaruh lingkungan
terhadap desain arsitektur
Lingkungan memegang bagian penting dari sebuah desain
arsitektur, karena arsitektur adalahilmu yang merancang lingkungan binaan,
untuk dapat mencapai tujuan utama arsitektur yaitu untukmerancang lingkungan
binaan maka rancangan arsitek harus sesuai atau senyaman lingkungandimana
manusia tinggal, selain itu juga harus menjaga lingkungan.Karena semakin hari
semakin padatnya bumi kita ini para arsitek pun mulai berfikir agar
tetapmenghadirkan ruang hijau di pemukiman padat ini, dan akhirnya muncul ide –
ide mmebuata tamanvertical dan roof garden demi memenuhi kebutuhan vegetasi di
suatu lingkungan binaan.Membangun taman vertikal atau taman dinding hijau
2.5 Perkembangan arsitekture
di Indonesia
Seperti apa itu arsitektur Indonesia? Kita umumnya
sudah mengenal dan mengetahui bahwa negeri ini memiliki keragaman budaya yang
mempengaruhi bentuk bangunan. Entah itu bangunan Belanda, rumah-rumah adat,
bangunan ibadah dan lain-lain.

Ya, di negeri ini banyak sekali berdiri bangunan yang
menjadi kekhasan bangsa Indonesia. Namun, bila dihadapkan dengan pertanyaan
seperti apa arsitektur Indonesia, maka jawabannya bisa panjang dan banyak
versi.
2.6 Perkembangan green
arsitektur di dunia
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan
(kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan
bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur merupakan seni dan
ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur
mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari
level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap,
hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.
Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil
perancangan tersebut.
Menurut Vitruvius dalam bukunya, De Architectura,
bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan
(Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan
sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut. Dalam
definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan
psikologis.
Vitruvius juga mengatakan, "Arsitektur adalah
ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar:
dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni".
SEJARAH ARSITEKTUR
Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap
awal dinamika antara kebutuhan dan cara. Kemudian manusia menjadi lebih maju
dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik,
arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Seorang arsitek saat itu bukanlah
seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat
rural. Kemudian berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan
tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan
dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah
sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Namun, Arsitektur Religius tetap
menjadi bagian penting di dalam masyarakat.
Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan
bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi
dibentuk oleh para ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek. Pada
masa Pencerahan, pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual -
Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci. Namun, tidak ada pembagian
tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang kerja
lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang
jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari
berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan
baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis
bangunan menuju ke estetika.
Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum,
sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai oleh kelas menengah.
Produk-produk berornamen estetis yang dulunya terbatas dalam lingkup
keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal.
Pada awal abad ke-20 lahir pemikiran-pemikiran yang
mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk tahun
1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik
dan merupakan awal lahirnya profesi dalam bidang desain industri.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah
sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. .
Arsitek kemudian menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master".
Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya
dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu
dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an. Arsitek menjawabnya melalui
Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat
diterima umum pada tingkat visual. Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas
bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya.
Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya.
BAB 3
STUDI KASUS
3.1 GREEN CITY HOTEL DI
MANADO GREEN ARCHITECTURE ABSTRAK
Perkembangan pariwisata kota Manado semakin meningkat
tiap tahunnya. Selain itu sector industri, perdagangan dan jasa pembangunannya
juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang
dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan dan
pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan City hotel di Kota Manado, mengacu
pada kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung
pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara. Global warming yang saat ini
terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya
pemanasan global, salah satunya dengan menghadirkan city hotel mengusung konsep
Green Architecture. Dengan meminimalkan dampak negatif rancang bangunan terhadap
alam, lingkungan dan manusia. Berkurangnya lahan hijau dalam kota yang
tergantikan oleh bangunan, sehingga perlu menempatkan ruang hijau publik ke
dalam bangunan.
Oleh karena itu pengertian judul Green City Hotel di
Manado adalah “Suatu akomodasi pariwisata dalam kota dengan fasilitas menginap,
berbisnis, maupun berlibur dengan konsep arsitektur hijau atau bangunan yang
hemat energi dan ramah lingkungan yang berada pada pusat Kota Manado.
konsep Green City Hotel merupakan gagasan yang tepat
untuk dikembangkan dalam desain hotel di Kota Manado. Green City Hotel
merupakan salah satu bagian dari green

tourism product sedangkan green tourism merupakan
komponen dari sustainable tourism yang didefinisikan sebagai kegiatan
perjalanan untuk mewujudkan keberkelanjutan dengan melestarikan sumber daya
alam, melestarikan budaya serta memberikan sumbangan pada sektor ekonomi
Green City Hotel adalah suatu rancangan hotel yang
mensinergikan sektor pariwisata dan ekologi secara sejalan dengan konsep
arsitektur hijau dengan mengutamakan efisiensi energi. Konsep ini merujuk pada
hotel yang dalam pengelolaan dan karakter bangunannya mengadaptasi konsep yang ramah
lingkungan.
Konsep ini mengacu pada Greenship yang merupakan
standar bangunan hijau yang dikembangkan oleh Lembaga Konsul Bangunan Hijau
Indonesia atau Green Building Council
Berdasarkan apa yang telah dijelaskan diatas maka
penerapan tema Green Architecture pada hasil perancangan ini di transformasikan
pada desain Green City Hotel di Manado.
3.2 METODE PERANCANGAN
Pada pendekatan rancangan objek Green City Hotel
menggunakan 3 (tiga) aspek konsep
rancangan yaitu :
·
Pendekatan
Tematik (Sacred Space In Architecture)
·
Pendekatan
Tipologi Objek
·
Pendekatan
Analisis Tapak dan Lingkungan
Pengambilan data yang dilakukan antara lain :
- ·
Wawancara
- ·
Studi
Literatur
- ·
Studi
Kasus
- ·
Observasi
Lapangan
- ·
Analisa
- ·
Sintesa
- ·
Desain
3.3 KAJIAN PERANCANGAN
Deskripsi Objek
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan
sebagian atau seluruh bagian dari bangunan untuk menyediakan jasa penginapan,
makan dan minum, serta jasa lainnya bagi kepentingan umum yang dikelola secara
komersial. (Marlina, 2008:34).
Prospek Objek Pe rancangan
Pembangunan City Hotel di Kota Manado yang diharapkan
mampu mewadahi setiap kegiatankegiatan yang bersifat privasi maupun non-privasi
seperti pertemuan bisnis, konvensi, konferensi,seminar,wisuda, serta kegiatan
lainnya dengan fasilitas lengkap yang
berada dipusat kota dan dapat menjadi pilihan tempat untuk melalukan
kegiatan-kegiatan. Tingginya peluang bisnis ditenggah kota yang menjadi dasar
kuat dibangunannya ojek diatas dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup
yang ada di kawasan tersebut. Perancangan objek diatas yang menggunakan tema
Green
Architecture sangat tepat pada objek dan lokasi yang
dibangunan karena penerapannya dalam desain berusaha meminimalkan pengaruh buruk
terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang
lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber
energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal dan juga Green architecture
dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan
digunakan di masa kini dan masa yang akan datang.
Mampu menyediakan tempat dan fasilitas menginap yang
lengkap dengan menggikuti standard kelas hotel bintang lima bagi para wisatawan
asing maupun lokal yang datang berkunjung dan menikmati tempat-tempat wisata
yang ada di kota manado. Dapat menghadirkan hotel selain memiliki fasilitas
yang lengkap dan juga hotel yang ramah lingkungan, hemat energi, dan memiliki
ruan terbuka hijau yang sangat jarang ditemukan di hotel-hotel yang ada di
Manado. Sehingga hal ini berdampak positif langsung kepada peningkatan
perekonomian Kota Manado.
3.4 TEMA
PERANCANGAN
Asosiasi Logis Tema dan
Kasus
Tema sebagai titik awal dalam proses perancangan. Tema
dalam hal ini sebagai acuan dasar dalam perancangan arsitektural, serta sebagai
nilai keunikan yang mewarnai keseluruhan hasil rancangan. Tema juga dapat
diartikan sebagai koridor dalam pemecahan masalah perancangan. Dalam hal ini
perancangan City Hotel di Manado dengan diangkatnya tema “Green Architecture”
sebagai dasar konsep arsitektural.
Green Architecture adalah sebuah konsep arsitektur yang
meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan
menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan
dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan
optimal. Asosiasi logis didasarkan pada pendekatan tipologi Hotel dan
karakteristik Green
Architecture. Green architecture (arsitektur hijau)
mulai tumbuh sejalan dengan kesadaran dari para arsitek akan keterbatasan alam
dalam menyuplai material yang mulai menipis. Alasan lain digunakannya
arsitektur hijau adalah untuk memaksimalkan potensi site. Penggunaan
materialmaterial yang bisa didaur-ulang juga mendukung konsep arsitektur hijau,
sehingga penggunaan material dapat dihemat. Green Architecture dapat diinterpretasikan
sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high
performance building (bangunan dengan performa sangat baik).
Kajian Tema Perancangan
Green architecture adalah sebuah konsep arsitektur
yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun
manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang
dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara
efisien dan optimal. Konsep arsitektur ini lebih bertanggung jawab terhadap
lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan
lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Green architecture
dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan
digunakan di masa kini dan masa yang akan datang. Penjabaran prinsi-prinsip
green building dalam desain menurut: Woolley, Kimmins, dan Harrison, 1997,
Green
·
Building
Handbook, A guide to building products and their impact on the environment:
- ·
Reducing
Energy in Use ( Mengurangi Pemakaian Energi)
- ·
Minimising
External Pollution and Environmental Damage (Meminimalkan Polusi Eksternal dan Kerusakan
Lingkungan)
- ·
Reducing
Embodied Energy and Resource Depletion (Mengurangi Diwujudkan Energi dan Sumber
Daya Penipisan)
- ·
Minimising
Internal Pollution and Damage to Health (Meminimalkan internal
DAFTARPUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar