Minggu, 13 Oktober 2019


GREEN ARSITEKTUR

Kae lustiandi


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian Arsitektur
 Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitekturmencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makroyaituperencanaan kota, perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitudesain bangunan, desain parabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasilproses perancangan tersebut.

1.2 Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam sepertitanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalamlautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimanamenggunakan lingkungan fisik tersebut.Bagi sebagian besar orang, waktu mereka dihabiskan untuk terlibat dalam organisasi baikformal maupun informal. Sejak kita memasuki masa sekolah hingga hidup bermasyarakat, tentunyabanyak sekali kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti, seperti kelompok paduan suara, tim olahraga,kelosmpok musik atau drama, organisasi keagamaan di lingkungan tempat tinggal, atau juga bisnis.Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, danpertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkanorganisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukanatas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaankarena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasiinformal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi.Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan, wewenang, tanggung jawab, danpertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Sedangkanorganisasi informal adalah suatu hubungan jaringan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukanatas dasar hubungan wewenang formal. Organisasi informal dapat terbentuk di dalam perusahaankarena adanya interaksi antar karyawan, contohnya kelompok arisan pada suatu kantor. Organisasiinformal muncul karena adanya kebutuhan pribadi dan kelompok dalam suatu organisasi.

1.3 Rumusan permasalahan
  • 1.      Apa itu green arsitektur
  • 2.      Pengaruh lingkungan terhadap arsitektur
  • 3.      Perkembangan arsitektur di indonesia
  • 4.      tujuan



BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Peranan arsitektur terhadap lingkungan
Seorang arsitek, adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahlilingkungan binaan. Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang
perancangbangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksibangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunantersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karenalingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan,lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepatmendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun ataulingkungan binaan. Arti lebih umum lagi, arsitek adalah sebuah perancang skema atau rencana."Arsitek" berasal dari Latin architectus, dan dari bahasa Yunani: architekton (masterpembangun), arkhi  (ketua) + tekton (pembangun, tukang kayu). Dalam penerapan profesi, arsitek berperan sebagai pendamping, atau wakil dari pemberi tugas(pemilik bangunan). Arsitek harus mengawasi agar pelaksanaan di lapangan/proyek sesuai denganbestek dan perjanjian yang telah dibuat. Dalam proyek yang besar, arsitek berperan sebagai direksi,dan memiliki hak untuk mengontrol pekerjaan yang dilakukan kontraktor. Bilamana terjadipenyimpangan di lapangan, arsitek berhak menghentikan, memerintahkan perbaikan ataumembongkar bagian yang tidak memenuhi persyaratan yang disepakati.Namun dalam penerapan pekerjaan arsitektur jarang yang memperhatikan dampak lingkunganbinaan sekitar

2.2 Pengaruh positif pekerjaan arsitek terhadap lingkungan
Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan antara massabangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar lingkungannya, tak hanya manusiatetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusiaharus mampu menunjang kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balikyang menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk menghematdan mengurangi dampak – dampak negatif yang ditimbulkan dari terciptanya sebuah massabangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu,
1.      munculnya trend green design
2.      Memberikan dampak pada estetika bangunan
3.      dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
4.      Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun.
Sebagai contoh bila bangunan akandidirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka dengan pendekatan ekologis bisadicarikan solusinya seperti memperkuat pondasi, atau menggabungkan unsur alam padalingkungan dengan bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta

2.3 Pengaruh buruk dari pekerjaan arsitek yang tidak memperdulikan lingkunagan
·         Ambrolnya sisi utara jalan raya RE Martadinata sepanjang 103 meter.ambrolnya jalan RE martadinata tersebut merupakan contoh dari ketidak pedulian arsitek terhadap lingkungan sekitarnya, daerah yang seharusnya menjadi tempat hijau (tempatpenanaman pohon bakau) dijadikan jalan raya.

·         Banjirnya Kota Jakarta. Banjirnya kota jakarta merupakan akibat dari sitem pembangunan-pembangunan di jakarta yang tidak memikirkan lingkungan, hal tersebut marupakan akibatdari lingkungan yang seharunya merupakandaerah hijau di jadikan menjadi gedung-gedungdan pemakaian plester penuh pada stiap permukaan tanah di kota jakarta sehingga tidakadanya tempat lagi untuk resapan air.

2.4 Pengaruh lingkungan terhadap desain arsitektur
Lingkungan memegang bagian penting dari sebuah desain arsitektur, karena arsitektur adalahilmu yang merancang lingkungan binaan, untuk dapat mencapai tujuan utama arsitektur yaitu untukmerancang lingkungan binaan maka rancangan arsitek harus sesuai atau senyaman lingkungandimana manusia tinggal, selain itu juga harus menjaga lingkungan.Karena semakin hari semakin padatnya bumi kita ini para arsitek pun mulai berfikir agar tetapmenghadirkan ruang hijau di pemukiman padat ini, dan akhirnya muncul ide – ide mmebuata tamanvertical dan roof garden demi memenuhi kebutuhan vegetasi di suatu lingkungan binaan.Membangun taman vertikal atau taman dinding hijau

2.5 Perkembangan arsitekture di Indonesia
Seperti apa itu arsitektur Indonesia? Kita umumnya sudah mengenal dan mengetahui bahwa negeri ini memiliki keragaman budaya yang mempengaruhi bentuk bangunan. Entah itu bangunan Belanda, rumah-rumah adat, bangunan ibadah dan lain-lain.
Description: Arsitektur Kontemporer
Ya, di negeri ini banyak sekali berdiri bangunan yang menjadi kekhasan bangsa Indonesia. Namun, bila dihadapkan dengan pertanyaan seperti apa arsitektur Indonesia, maka jawabannya bisa panjang dan banyak versi.
2.6 Perkembangan green arsitektur di dunia
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur merupakan seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil  perancangan tersebut.
Menurut Vitruvius dalam bukunya, De Architectura, bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis.
Vitruvius juga mengatakan, "Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni".

SEJARAH ARSITEKTUR
Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika antara kebutuhan dan cara. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktik-praktik, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Namun, Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat.
Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi dibentuk oleh para ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek. Pada masa Pencerahan, pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci. Namun, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika.
Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai oleh kelas menengah. Produk-produk berornamen estetis yang dulunya terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal.
Pada awal abad ke-20 lahir pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk tahun 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik dan merupakan awal lahirnya profesi dalam bidang desain industri.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. . Arsitek kemudian menjadi figur penting dan dijuluki sebagai "master". Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an. Arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual. Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya.


BAB 3
STUDI KASUS

3.1 GREEN CITY HOTEL DI MANADO GREEN ARCHITECTURE ABSTRAK

Perkembangan pariwisata kota Manado semakin meningkat tiap tahunnya. Selain itu sector industri, perdagangan dan jasa pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan dan pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan City hotel di Kota Manado, mengacu pada kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara. Global warming yang saat ini terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global, salah satunya dengan menghadirkan city hotel mengusung konsep Green Architecture. Dengan meminimalkan dampak negatif rancang bangunan terhadap alam, lingkungan dan manusia. Berkurangnya lahan hijau dalam kota yang tergantikan oleh bangunan, sehingga perlu menempatkan ruang hijau publik ke dalam bangunan.
Oleh karena itu pengertian judul Green City Hotel di Manado adalah “Suatu akomodasi pariwisata dalam kota dengan fasilitas menginap, berbisnis, maupun berlibur dengan konsep arsitektur hijau atau bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan yang berada pada pusat Kota Manado.
konsep Green City Hotel merupakan gagasan yang tepat untuk dikembangkan dalam desain hotel di Kota Manado. Green City Hotel merupakan salah satu bagian dari green
Description: E:\images.jpg Description: E:\images (1).jpg
tourism product sedangkan green tourism merupakan komponen dari sustainable tourism yang didefinisikan sebagai kegiatan perjalanan untuk mewujudkan keberkelanjutan dengan melestarikan sumber daya alam, melestarikan budaya serta memberikan sumbangan pada sektor ekonomi
Green City Hotel adalah suatu rancangan hotel yang mensinergikan sektor pariwisata dan ekologi secara sejalan dengan konsep arsitektur hijau dengan mengutamakan efisiensi energi. Konsep ini merujuk pada hotel yang dalam pengelolaan dan karakter bangunannya mengadaptasi konsep yang ramah lingkungan.
Konsep ini mengacu pada Greenship yang merupakan standar bangunan hijau yang dikembangkan oleh Lembaga Konsul Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council
Berdasarkan apa yang telah dijelaskan diatas maka penerapan tema Green Architecture pada hasil perancangan ini di transformasikan pada desain Green City Hotel di Manado.

3.2 METODE PERANCANGAN

Pada pendekatan rancangan objek Green City Hotel menggunakan 3 (tiga) aspek konsep
rancangan yaitu :
·         Pendekatan Tematik (Sacred Space In Architecture)
·         Pendekatan Tipologi Objek
·         Pendekatan Analisis Tapak dan Lingkungan
Pengambilan data yang dilakukan antara lain :
  • ·         Wawancara
  • ·         Studi Literatur
  • ·         Studi Kasus
  • ·         Observasi Lapangan
  • ·         Analisa
  • ·         Sintesa
  • ·         Desain


3.3 KAJIAN PERANCANGAN

Deskripsi Objek
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bagian dari bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi kepentingan umum yang dikelola secara komersial. (Marlina, 2008:34).

Prospek Objek Pe rancangan
Pembangunan City Hotel di Kota Manado yang diharapkan mampu mewadahi setiap kegiatankegiatan yang bersifat privasi maupun non-privasi seperti pertemuan bisnis, konvensi, konferensi,seminar,wisuda, serta kegiatan lainnya dengan fasilitas lengkap  yang berada dipusat kota dan dapat menjadi pilihan tempat untuk melalukan kegiatan-kegiatan. Tingginya peluang bisnis ditenggah kota yang menjadi dasar kuat dibangunannya ojek diatas dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas hidup yang ada di kawasan tersebut. Perancangan objek diatas yang menggunakan tema Green
Architecture sangat tepat pada objek dan lokasi yang dibangunan karena penerapannya dalam desain berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal dan juga Green architecture dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang.

Fisibilitas Objek Perancangan
Mampu menyediakan tempat dan fasilitas menginap yang lengkap dengan menggikuti standard kelas hotel bintang lima bagi para wisatawan asing maupun lokal yang datang berkunjung dan menikmati tempat-tempat wisata yang ada di kota manado. Dapat menghadirkan hotel selain memiliki fasilitas yang lengkap dan juga hotel yang ramah lingkungan, hemat energi, dan memiliki ruan terbuka hijau yang sangat jarang ditemukan di hotel-hotel yang ada di Manado. Sehingga hal ini berdampak positif langsung kepada peningkatan perekonomian Kota Manado.

3.4 TEMA PERANCANGAN

Asosiasi Logis Tema dan Kasus
Tema sebagai titik awal dalam proses perancangan. Tema dalam hal ini sebagai acuan dasar dalam perancangan arsitektural, serta sebagai nilai keunikan yang mewarnai keseluruhan hasil rancangan. Tema juga dapat diartikan sebagai koridor dalam pemecahan masalah perancangan. Dalam hal ini perancangan City Hotel di Manado dengan diangkatnya tema “Green Architecture” sebagai dasar konsep arsitektural.

Green Architecture adalah sebuah konsep arsitektur yang meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal. Asosiasi logis didasarkan pada pendekatan tipologi Hotel dan karakteristik Green
Architecture. Green architecture (arsitektur hijau) mulai tumbuh sejalan dengan kesadaran dari para arsitek akan keterbatasan alam dalam menyuplai material yang mulai menipis. Alasan lain digunakannya arsitektur hijau adalah untuk memaksimalkan potensi site. Penggunaan materialmaterial yang bisa didaur-ulang juga mendukung konsep arsitektur hijau, sehingga penggunaan material dapat dihemat. Green Architecture dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik).

Kajian Tema Perancangan
Green architecture adalah sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal. Konsep arsitektur ini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Green architecture dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang. Penjabaran prinsi-prinsip green building dalam desain menurut: Woolley, Kimmins, dan Harrison, 1997, Green
·         Building Handbook, A guide to building products and their impact on the environment:
  • ·         Reducing Energy in Use ( Mengurangi Pemakaian Energi)
  • ·         Minimising External Pollution and Environmental Damage (Meminimalkan Polusi Eksternal dan Kerusakan Lingkungan)
  • ·         Reducing Embodied Energy and Resource Depletion (Mengurangi Diwujudkan Energi dan Sumber Daya Penipisan)
  • ·         Minimising Internal Pollution and Damage to Health (Meminimalkan internal


DAFTARPUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar