Senin, 29 Juni 2020

POLITIK DAN STRATEGI PERTAHANAN NASIONAL INDONESIA


BAB 1
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Sebagai suatu bangsa yang berada di dalam lingkungan dunia yang luas bersama - sama dengan bangsabangsa lain, maka dalam perjuangan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, tidak daptat dihindari bahwa bangsa Indonesia mempunyai kepentingan-kepentingan yang bisa bertabrakan dengan kepentingan bangsa lain. Dalam keadaan demikian, bangsa Indonesia yang cinta damai mengutamakan penyelesaian melalui perundingan dan diplomasi. Tetapi disebabkan karena tiada satu pun kekuatan di dunia yang dapat menjamin bahwa bangsa lain tidak akan menggunakan perang sebagi cara penyelesaian, maka bangsa Indonesia harus menjalankan upaya pertahanan dan keamanan untuk membela dirinya dari berbagai bentuk ancaman perang yang bisa dilancarkan terhadapnya oleh bangsa lain. Semua pernyataan tersebut harus dipenuhi atas dasar landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 dan doktrin-doktrin Nasional yaitu Ketahanan Nasional, Integrasi Nasional, dan wawasan Nusantara yang di dalamnya aspek Hankamnas merupakan bagian yang tidak dapatdan tidak boleh dipisahkan. Seperti telah dijelaskan di atas, mempelajari masalah Hankamnas tidak hanya pada pelaksanaannya saja, melainkan harus juga mulai dari persiapan sampai dengan mengatasi akibatnya dan mecegahnya. Dalam persiapan ini harus disusun dan di tentukan suatu pedoman bagaimana meningkatkan Hankamnas dalam rangka Ketahanan Nasional, dengan sarana-sarana apa dan bagaimana penggunaannya untuk dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. Pedoman ini akan berwujud dalam apa yang dinamakan Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional (Polstrahankamnas), yang selanjutnya akan dipaparkan dalam makalah ini.


TUJUAN
  •         Mengetahui pengertian politik dan strategi ketahanan nasional
  •      Mengetahui tujuannya
  •        Mengetahui factor yang mempengaruhinya
  •      Menambah wawasan



BAB 2
PEMBAHASAN

PENGERTIAN POLITIK
Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah “polis” berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan “teia” berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber daya.

PENGERTIAN STRATEGI
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam pengertian umum strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.

POLITIK DAN STRATEGI PERTAHANAN KEAMANAN NASIONAL
Politik dan strategi pertahanan dan keamanan merupakan bagian integral dari politik dan Strategi Nasional (Polstranas). Polstra Hankam bersifat saling mengisi saling mendukung dan saling memperkuat (Sinergi) dengan politik dan strategi bidang-bidang kehidupan lainnya dalam Polstranas.

FUNGSI POLITIK DAN STRATEGI KETAHANAN NASIONAL
  •           Menyejahterakan kehidupan seluruh bangsa Indonesia. Hal ini membuat politik strategi nasional harus bisa memberikan rasa keadilan sehingga semua masyarakat yang ada di Indonesia mampu sejahtera dan tidak ada ketimpangan yang terjadi.
  •          Menjalankan sistem pendidikan yang berdampak bisa memajukan kehidupan bangsa dan negara dengan tujuan jangka panjang meningkatkan peran pemuda dalam pembangunan.
  •        Melindungi hak seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Juga menjaga pelaksanaan kewajiban dengan menjalankan pemerintahan untuk mengatur keamanan saat terjadi contoh kasus geostrategi di Indonesia.
  •        Menjaga keamanan agar menciptakan perdamaian dan kehidupan sosial yang seimbang dan tidak terjadi ketimpangan yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.
  •        Pengembangan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang dapat menciptakan keadilan adalah cara mengatasi masalah infrastruktur. Hal ini juga berdasarkan prinsip persaingan sehat, memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan serta menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, melindungi hak konsumen, yang terakhir adalah perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.


LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI KETAHANA NASIONAL
Politik naional merupakan asas haluan usaha dan kebijaksanaan negara dalam pembinaan dan penggunaan totalitas potensi nasional untuk mencapai tujuan naional.
Stranas merupakan tata cara pelaksanaan politik nasional.
Adanya hubungan yang hierarkikal dan terkait antara tannas, wasantara, UUD 1945 dan Pancasila menjadi landasan poltranas. Jadi, landasan poltranas adalah sebagai berikut:
  •       Pancasila
  •      UUD 1945
  •     Wasantara
  •      Tannas

DASAR PEMIKIRAN PENYUSUNAN POLITIK DAN STRATEGI KETAHANAN NASIONAL
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional. Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLITIK DAN STRATEGI KETAHANAN NASIONAL

Peranan Masyarakat
Dalam era pasca reformasi seperti saat ini, peran masyarakat sangat penting dalam hal penyelenggaraan pemerintahan. Bahkan, rakyat memang kontrol yang besar dalam jalannya politik dan strategi nasional, baik yang telah ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) maupun yang dijalankan oleh presiden. Semakin majunya zaman seperti saat ini juga membuat pengetahuan masyarakat terkait politik, ekonomi, sosial-budaya, hingga pertahanan dan keamanan semakin berkembang. Hal ini tentu akan bisa mempengaruhi politik strategi nasional yang dibuat oleh negara untuk mencapai tujuan-tujuan nasionalnya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan politik nasional, salah satunya adalah peran masyarakat dalam politik strategi nasional yang juga dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
·         Pola pikir masyarakat yang semakin terbuka dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara.
·         Semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam kegiatan kebangsaan dan kenegaraan. Hal ini sangat terlihat dari berbagai wujud budaya politik yang berkembang di Indonesia.
·         Semakin meningkatnya kemampuan dalam menentukan pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
·         Masyarakat yang semakin kritis dan terbuka terhadap munculnya ide-ide baru.
Hal-hal di atas tentunya juga harus mendapat dukungan oleh pemerintah agar rakyat bisa semakin ‘melek politik’ sehingga bisa mendukung berjalannya politik strategi nasional sesuai dengan harapan.

Ideologi dan Politik
Ideologi dan politik Indonesia bisa menjadi potensi yang terhimpun dalam pengertian kesatuan dan persatuan negara yang menjadi gambaran atas kepribadian bangsa, keyakinan atas kemampuan sendiri dan kedaulatan untuk mencapai kemerdekannya. Fungsi dan tujuan ideologi politik bangsa Indonesia adalah untuk mendorong Indonesia untuk melakukan kerja sama regional dan membentuk serta mewujudkan Asia Tenggara yang lebih stabil. Tidak hanya itu, potensi ini juga mengusahakan terjalinnya kerja sama internasional dalam rangka memperjuangkan terhapusnya imperialisme dan kolonialisme dalam berbagai bentuknya. Hal ini tidak lepas dari pengabdian untuk kepentingan nasional.

Ekonomi
Indonesia yang terdiri dari begitu banyak pulau memiliki kekayaan unik yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lainnya. Salah satu contoh perwujudan kepulauan nusantara yang kaya adalah Indonesia sangat terkenal dengan kekayaan alamnya yang bervariasi antara satu pulau dengan pulau lainnya. Tidak hanya itu, komposisi kependudukan di Indonesia juga bisa dinilai sebagai kekayaan tersendiri sebagai faktor modal yang sangat berpengaruh dalam perekonomian negara. Hal ini bisa dilihat sebagai kekayaan negara yang tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan negara, tetapi juga bisa mencukupi kebutuhan dunia, asalkan semua itu diolah dengan cara yang tepat.
Jika pengelolaan kekayaan negara ini dilakukan dengan tepat, tidak menutup kemungkinan kekuatan Indonesia akan bisa diperhitungkan di mata dunia dalam waktu yang tidak lama. Kekuatan ekonomi ini akan sangat baik untuk terus dikembangkan potensinya karena hal ini akan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional juga. Secara geografis, Indonesia yang terletak di persilangan antara dua benua dan dua samudera ini ditunjukkan sebagai kondisi geopolitik Indonesia yang juga akan memberi pengaruh tersendiri terhadap bagaimana politik strategi nasional Indonesia.

Sosial – Budaya
Bangsa Indonesia terdiri dari begitu banyak suku bangsa, bahasa, agama, budaya, tradisi dan lain sebagainya. Hal ini bisa terjadi salah satunya karena Indonesia terdiri dari negara kepulauan yang setiap wilayahnya memiliki ciri khas dan kondisi alam tersendiri. Namun, keberagaman ini tidak mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, bangsa Indonesia yang beragam tetap bersatu menjadi satu bangsa Indonesia. Bahkan, keberagaman ini menjadi penyebab terjadinya perilaku toleransi yang bisa menjadi kekuatan tersendiri karena tetap bersama-sama merasakan hidup sepenanggungan dalam ruang hidup yang sama.
Keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini membawa pengaruh tersendiri dalam politik strategi nasional. Jika keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia tidak disikapi dengan baik, tidak menutup kemungkinan potensi ini akan berubah menjadi ancaman atau hambatan dalam pencapaian tujuan negara dan menjadi faktor penyebab konflik sosial yang muncul dalam bentuk timbulnya perpecahan dalam masyarakat. Akan tetapi, jika strategi yang dilakukan tepat, segala perbedaan yang ada di tengah masyarakat bisa menjadi faktor timbulnya toleransi yang menjadikan kerukunan antar masyarakat.

Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan yang baik akan menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran di negara kita. Salah satu kekuatan dari pertahanan dan keamanan yang dimiliki Indonesia adalah kekuatan-kekuatan bersenjata, meski hal ini bukan satu-satunya komponen yang menjamin kekuatan pertahanan dan keamanan negara. Melalui proses penyempurnaan yang terus menerus tanpa henti, kekuatan bersenjata yang dimiliki Indonesia terus tumbuh dan menyesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional yang juga terus berubah seiring perkembangan zaman. Bagaimana kondisi pertahanan dan keamanan negara tentu akan menjadi faktor yang juga mempengaruhi politik strategi nasional. Pertahanan dan keamanan yang baik akan lebih bisa menjamin tercapainya tujuan pembangunan nasional yang telah dibuat oleh sebuah negara.

Ancaman
Ancaman yang dimaksud di sini adalah segala bentuk bahaya yang bisa mengancam, menghambat atau memberi tantangan terhadap tercapainya sebuah tujuan serta memberi dampak negatif terhadap kelangsungan hidup, integritas dan identitas sebuah bangsa dan negara, seperti yang ada dalam contoh ancaman terhadap NKRI. Untuk bisa mencapai tujuan nasional yang telah dibuat, sebuah negara harus bisa mengatasi ancaman-ancaman yang ada. Bentuk ancaman seperti apa yang dihadapi oleh sebuah negara tentu akan mempengaruhi seperti apa politik strategi nasional yang dimiliki oleh negara tersebut.

Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara adalah bagaimana bangsa Indonesia memiliki cara pandang dan bersikap terhadap dirinya sendiri dan bentuk geografinya dengan berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Segala unsur wawasan nusantara mengutamakan persatuan seluruh wilayah dan sangat menghargai keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu, wawasan nusantara ini akan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada politik strategi nasional.


BAB 3
PENUTUP

KESIMPUILAN
Kita bisa mengetahui untuk apa politik dan strategi nasional Indonesia dan juga dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi politik strategi nasional di atas perlu untuk dipahami oleh seluruh masyarakat. Hal ini dikarenakan dalam politik strategi nasional ini terdapat begitu banyak komponen yang penting untuk diperhatikan untuk mendukung keberhasilannya dan hal ini tidak lepas dari partisipasi seluruh masyarakat. Dengan adanya dukungan penuh dari seluruh bagian masyarakat, maka politik strategi nasional akan bisa berhasil digunakan untuk mencapai segala tujuan nasional demi pembangunan bangsa dan negara.

SUMBER
Sayidiman Suryohadiprojo, Pokok-pokok Pikiran Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, Lemhanas, Jakarta 1975. 2. Departemen Pertahanan Keamanan, Realisasi Pembangunan Pertahanan Keamanan Nasional dan Kekaryaan ABRI, cetakan k-2, Jakarta, 1971.


Rabu, 20 Mei 2020

KETAHANAN NASIONAL


BAB 1
PENDAHULUAN
Latar belakang
Semenjak kemerdekaan Indonesia pada proklamasi 17 agustus 1945 , kehidupan bangsa indonesia tidak luput dari tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa seperti:
  •     Agresi Militer Belanda.
  •      Gerakan Separatis : PKI, DI/TII dan lain-lain.
 Jika meninjau dari geopolitik dan geostrategis dengan posisi geografis, potensi Sumber Daya Alam serta jumlah dan kemampuan penduduk, telah menempatkan bangsa Indonesia menjadi ajang persaingan dan perebutan negara-negara besar, sehingga menimbulkan dampak negatif yang dapat membahayakan kelangsungan dan eksistensi negara Indonesia
Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan Republik Indonesia pada saat itu juga. hal itu menunjukan bangsa Indonesia mempunyai keuletan dan kemampuan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, sehingga dapat menghadapi Ancaman, Gangguan , Hambatan dan Tantangan.
Posisi geografis Indinesia menjadikan Indonesia sebagai negara untuk ajang persaingan. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif bagi segala aspek kehidupan dan membahayakan eksistensi NKRI. Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.
Negara Indonesia adalah negara yang mempunyai UUD 1945 sebagai konsutitusinya, dimana system pemerintahan negara tertuang di dalamnya.
Sehingga kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan Nasional yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil, UUD 1945 sebagai landasan konstitusionil, Wawasan Nusantara sebagai landasan visional

BAB 2
PEMBAHASAN
Pengertian
Ketahanan Nasional (Tannas) Indonesia adalah kondisi dinamis bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
Ketahanan nasional berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam dan Negara untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
Dalam pengertian tersebut, Ketahanan Nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Pengertian Konsepsi Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional (Tannas) Indunesia konsepsi pengebangan kekuatan nasional melalui pengatuarn dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantaran.
Dengan kata lain, Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan ke­kuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia menggunakan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Antara kesejahteraan dan keamanan ini dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Penyelenggaraan kesejahteraan memerlukan tingkat keamanan tertentu, dan sebaliknya penyelenggaraan keamanan memerlukan tingkat kesejahteraan tertentu.
Tanpa kesejahteraan dan keamanan, sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung karena pada dasarnya keduanya merupakan nilai intrinsik yang ada dalam kehidupan nasional. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional merupakan tolak ukur ketahanan nasional.
Peran masing-masing gatra dalam astagrata seimbang dan saling mengisi. Maksudnya antargatra mempunyai hubungan yang saling terkait dan saling bergantung secara utuh menyeluruh membentuk tata laku masyarakat dalam kehidupan nasional.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa da­lam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Se­dangkan keamanan adalah kemampuan bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar negeri.

Ciri Ciri Ketahanan Nasional
Berikut ini terdapat beberapa ciri ciri ketahanan nasional, yakni sebagai berikut:
  • Landasan pada prosedur astagrata, beberapa faktor kehidupan nasional terlihat dalam penataan astagarata yang terdiri atas 3 faktor alami yakni geografi, kekayaan alam, dan masyarakat dan 5 faktor kemasyarakatan yakni filsafat, ketatanegaraan, ekonomi, masyarakat budaya, dan pertahanan keamanan.
  • berpegang pada pemahaman nasional
  • Ialah peraturan hakiki bagi negara berkembang
  • Dipokokkan untuk melindungi kesinambungan hidup dan menumbuhkan kehidupan
  • Untuk melawan dan menanggulangi provokasi, intimidasi, rintangan dan halangan baik dari luar maupun dalam
  • Sebagai melindungi yang ditujukan secara terang-terangan untuk menjaga kedamaian dan ketenteraman

Fungsi Ketahanan Nasional
Berikut ini terdapat beberapa fungsi ketahanan nasional, yakni sebagai berikut:
  • Menjadi akidah dasar nasional untuk mengamankan kejadian norma pikir, norma sikap, norma tindak dan norma kerja dalam mengelompokkan tahap bangsa baik yang berupa inter kedaerahan, inter area maupun multi ketertiban.
  • Menjadi norma dasar pengembangan nasional, yang pada pokok ketahanan nasional ini ialah pedoman dan panduan pembangunan nasional di seluruh bagian dan bidang pembangunan secara teratur yang dilakukan sebanding dengan konsep program.
  • Menjadi pola pembaharuan kehidupan nasional ialah suatu pola yang komplet yang meliputi semua faktor dalam kehidupan negara yang disebut dengan astagatra yang terdiri atas faktor alami contohnya kekayaan alam, bermasyarakat dan geografi serta faktor masyarakat budaya misalnya filsafat, ketatanegaraan, masyarakat budaya dan pertahanan serta keamanan.

Sifat-sifat ketahanan Nasional
·         Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa.  Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.
·         Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, uapaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
·         Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
·         Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal   dapat   mewujudkan   kewibawaan   nasional   yang   akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya.
·         Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa

Asas asas ketahanan nasional
B.  Asas kesejahteraan dan keamanan
      Kesejahteraan dan keamanan merupakan kebutuhan dasar dan penting bagi manusia secara                  individu   maupun kelompok dalam masyarakat, bangsa dan negara. Karena kesejahteraan dan            keamanan menjadi prinsip dalam sistem kehidupan nasional dan nilai intrinsiknya
     Pada kenyataannya, kesejahteraan menjadi titik fokus tapi dengan tidak mengabaikan keamanan,         dan sebaliknya. Oleh karena itu keduanya harus sama-sama tidak boleh diabaikan dan tetap                 diperlukan dalam keadaan apapun, karena mereka adalah parameter untuk tingkat keamanan               nasional suatu bangsa dan negara.
    Untuk mencapai keamanan dan kemakmuran suatu negara harus memiliki lembaga-lembaga                 keamanan dan kesejahteraan. Untuk memastikan keamanan nasional digunakan adalah :
·         Menggunakan diplomasi untuk mengisolasi ancaman;
·         Menggunakan kekuatan ekonomi untuk bekerja sama;
·         Menggunakan layanan intelijen untuk mendeteksi ancaman dan melindungi rahasia negara;
·         Menjaga angkatan bersenjata yang efektif;
·         Melakukan pertahanan sipil;
·         Menjaga kebudayaan nasional.

B.  Asas Komprehensif Integhral terpadu atau Komprehensif
      Sistem kehidupan Nasonal mencakup semua aspek kehidupan bangsa secara keseluruhan dan sistematis dalam perwujudan persatuan dan kesatuan dari aspek dari seluruh harus seimbang, harmonis dan selaras kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, studi ketahanan ketahanan nasional mencakup semua aspek kehidupan bangsa secara keseluruhan, menyeluruh dan komprehensif terpadu atau integral.

C.    Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
      Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan antara aspek interaksi kehidupan nasional. Sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan eksternal, terutama dengan lingkungan di sekitarnya. Karena setiap proses interaksi pasti akan timbul berbagai efek, baik efek baik dan buruk bagi kehidupan bangsa itu sendiri. Untuk itu kita membutuhkan wawasan sikap dan introspektif keluar.
·         Mawas Kedalam
Yang dimaksud dengan Mawas ke dalam ialah suatu sikap waspada atau berhati-hati dengan situasi negara yang tidak diinginkan dalam sebuah bangsa dan negara. Mawas ke dalam tujuannya untuk menjaga kondisi kehidupan nasional dari efek negatif yang berasal dari aspek lingkungan di negara ini.
Juga untuk menumbuhkan sifat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri didasarkan pada nilai-nilai kemandirian untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa. Tetapi tidak mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit atau tertutup.
·         Mawas Keluar
Mawas keluar berarti waspada atau berhati-hati dengan negarif dampak yang ditimbulkan oleh dampak dari interaksi yang berasal dari lingkungan strategis luar negeri. Introspektif luar bertujuan untuk mengantisipasi dan berpartisipasi dalam menghadapi dampak negatif dari lingkungan strategis luar nege
Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan keamanan nasional, dalam rangka mengatasi dampak negatif. Untuk itu kita perlu kemampuan untuk membedakan antara tindakan yang dapat memberikan dampak positif dan negaif bangsa.
Dan juga harus berpikir panjang ke masa depan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menyesal di kemudian hari. Jadi dengan demikian, interaksi dengan pihak luar harus didahulukan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

D.    Asas kekeluargaan
      Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kebijaksanaan, persatuan, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara.
      Dalam Asas ini mengakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara harmonis dalam kemitraan dan dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang menghancurkan saling bertentangan. Bangsa Indonesia dalam mengatur asas kekeluargaan untuk mematuhi prinsip pertahanan nasional berikut :
·         Bangsa Indonesia memiliki hak dan kewajiban untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman.
·         Pertahanan negara didirikan dengan partisipasi mereka dalam pertahanan negara adalah tanggung jawab dan kehormatan setiap warga negara.
·         Bangsa Indonesia cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
·         Bangsa Indonesia melawan segala bentuk kolonialisme dan merangkul politik bebas aktif.
·         Bentuk pertahanan nasional bersifat universal dalam arti melibatkan semua orang dan semua sumber daya nasional, infrastruktur nasional, serta seluruh wilayah negara sebagai pembelaan.
·         Pertahanan negara disusun bedasarkan demokrasi, hak asasi manusia, kesejahteraan masyarakat, lingkungan, ketentuan hukum nasional, hukum internasional dan kebiasaan internasional, serta prinsip hidup berdampingan secara damai dengan memperhatikan kondisi geografis kepulauan Indonesia.



Aspek  ketahanan nasional

A.    Aspek Geografis
Kondisi geografis sebuah negara akan memberi petunjuk mengenai lokasi negara tersebut di atas permukaan bumi. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki posisi geografis di posisi silang dunia antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia, serta antara dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, Indonesia berada di posisi strategis untuk jalur perdagangan. Kondisi Indonesia yang juga termasuk negara kepulauan, membuat Indonesia memiliki banyak keberagaman, baik dari segi karakteristik daerahnya maupun dari segi kebudayaannya.
Setiap wilayah di Indonesia memiliki ciri khas, budaya, adat istiadat dan keindahan yang berbeda. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan ketahanan nasional untuk menjaganya. Dari situ, lahirlah geopolitik dan geografis, dimana geopolitik merupakan kebijakan politik suatu negara terkait posisi geografisnya untuk mencapai tujuan geopolitik, sementara geografis adalah pelaksanaan dari geopolitik tersebut yang dipengaruhi juga oleh kondisi geopolitik Indonesia.

B.     Aspek Kependudukan
Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Hal ini bisa jadi merupakan kekuatan bagi Indonesia karena penduduk merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan dan perkembangan suatu negara, terutama berkaitan dengan pembangunan nasional. Akan tetapi, pernyataan ini baru bisa dibenarkan jika jumlah penduduk yang besar juga diimbangi oleh kualitas penduduk yang baik pula. Oleh karena itu, demi menjaga ketahanan nasional, kita perlu untuk bisa melihat persoalan yang muncul dari aspek kependudukan ini untuk selanjutnya mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Jika jumlah penduduk yang besar tidak diimbangi dengan kualitasnya yang baik, bukan tidak mungkin hal tersebut justru akan mengganggu ketahanan nasional. Pada umumnya, masalah-masalah kependudukan yang dihadapi Indonesia berkaitan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, kualitas penduduk yang relatif rendah terutama berkaitan dengan pendidikan dan keterampilan, serta terbatasnya lapangan pekerjaan yang meningkatkan pengangguran. Jika persoalan-persoalan ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada ketahanan nasional yang terganggu. Akan ada banyak tindak kejahatan, kemiskinan dan masalah lainnya yang bisa menjadi ancaman untuk ketahanan nasional.

C.    Aspek Kekayaan Alam
Kekayaan negara, yang merupakan salah satu contoh dari trigatra dan pancagatra, adalah segala sumber dan potensi alam, baik di darat, laut maupun udara, yang ada di dalam wilayah kekuasaan negara tersebut. Kekayaan alam yang ada di muka bumi ini bisa dibilang tidak tersebar merata. Ada negara yang kaya akan sumber daya tambang, tapi tidak memiliki kekayaan laut. Ada pula negara yang kaya akan hasil pertanian, tapi tidak memiliki kekayaan perikanan. Karena ketidakmerataan kekayaan alam ini, setiap negara perlu mengelola kekayaan alam yang dimiliki agar bisa dimanfaatkan dengan merata dan optimal.
Pengelolaan kekayaan alam ini akan mempengaruhi bagaimana ketahanan nasional bisa terwujud. Apabila kekayaan alam bisa dimanfaatkan secara maksimal dan berdaya saing, maka sebuah negara akan bisa memiliki bargaining position yang kuat. Tidak hanya itu, pengelolaan aspek kekayaan ini juga harus lestari, artinya pengelolaan harus dilakukan secara berkesinambungan agar manfaatnya bisa dirasakan juga oleh generasi selanjutnya untuk pembangunan nasional yang akan datang. Dengan demikian, kesejahteraan akan bisa dinikmati oleh seluruh warga negara dan ketahanan nasional pun akan bisa tercapai.

D.    Aspek Ekonomi
Ketahanan nasional juga mencakup ketahanan ekonomi, yang bisa diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang ulet dan tangguh dalam menghadapi serta mengatasi segala hambatan, ancaman dan tantangan untuk menjamin kelangsungan perekonomian negara dengan landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Perekonomian merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, mencakup kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Segala usaha perekonomian ini akan berdampak pada taraf hidup masyarakat.
Sistem perekonomian yang dianut oleh sebuah negara akan memberi ciri khas tersendiri pada kehidupan perekonomian sebuah negara. Misalnya, negara dengan sistem perekonomian liberal akan sangat sensitif dengan pengaruh-pengaruh dari luar negaranya. Sebaliknya, negara dengan sistem perekonomian sosialis akan kurang peka dengan pengaruh dari luar karena semua kegiatan ekonomi ada dalam kendali pemerintah. Tingkat kepekaan negara terhadap pengaruh dari luar ini tentu saja akan memiliki andil dalam ketahanan nasionalnya, terutama ketika perekonomian telah menjadi contoh ancaman non-militer.

E.     Aspek Sosial-Budaya
Aspek sosial pada dasarnya berhubungan dengan bagaimana interaksi manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang di dalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan dan solidaritas. Sementara itu, hakikat dari budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil dari hubungan manusia dengan cipta, rasa dan karsa yang akan menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta menjadi kekuatan pendukung dalam penggerak kehidupan.
Oleh karena itu, aspek sosial-budaya ini akan menjadi cara hidup suatu masyarakat yang termanifestasi dalam tingkah laku dan cara mereka berinteraksi satu sama lain. Segala bentuk interaksi dengan cara-cara tertentu ini akan menimbulkan toleransi dan rasa persatuan sebagai sebuah bangsa yang akan berpengaruh juga pada ketahanan nasional. Fungsi toleransi dalam kehidupan ini sangat penting, terutama mengingat Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan dengan tradisi, sifat dan corak tersendiri sehingga perlu adanya sikap yang tepat agar tidak menjadi ancaman maupun hambatan bagi ketahanan nasional.

F.     Aspek Pertahanan dan Keamanan
Aspek pertahanan dan keamanan ini berkaitan dengan bagaimana ketahanan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dalam, baik langsung maupun tidak langsung, berbahaya bagi identitas, integritas dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Aspek yang satu ini merupakan upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan, dengan cara menyusun, mengerahkan dan menggerakkan potensi yang dimiliki.
Hal ini termasuk mengintegrasi dan mengkoordinasi segala potensi tersebut, dengan TNI dan Polri sebagai pelaksana utama. Namun, untuk itu diperlukan pemenuhan syarat integrasi nasional untuk bisa mewujudkan kemakmuran bangsa. Wujud dari aspek pertahanan dan keamanan ini bisa dicerminkan dari bagaimana bangsa bisa menangkal ancaman, dilandasi dengan kesadaran bela negara seluruh rakyatnya. Hal ini terutama untuk memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil dari pembangunan, serta menjaga kedaulatan negara.

G.    Aspek Politik
Politik berasal dari kata policy yang berarti kekuasaan atau pemerintahan atau kebijaksanaan. Aspek politik ini berhubungan dengan bagaimana ketahanan nasional menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman pada kehidupan politik bangsa dan negara. Ketahanan nasional dengan aspek politik ini mencakup ketahanan pada aspek politik dalam negeri dan ketahanan pada aspek politik luar negeri.

H.    Aspek Ideologi
Aspek yang terakhir adalah aspek ideologi. Ideologi adalah sebuah sistem nilai yang merupakan ajaran yang bulat untuk memberi motivasi bagi warga negara. Di dalam ideologi juga terdapat konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh sebuah bangsa dan negara. Ideologi bisa dikatakan kuat jika di dalamnya terkandung nilai-nilai yang bisa memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup yang dimiliki oleh rakyat, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. Aspek ideologi dalam ketahanan nasional ini akan menunjukkan bagaimana kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman, hambatan dan tantangan yang datang dari dalam maupun luar berbahaya bagi kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara.

BAB 3
PENUTUP

Sumber :
lembaga ketahanan nasional (Indonesia), balai pustaka, PN, 1995
Multi dimensi ketahanan nasional, m bambang pranowo, pustaka alphabet 2010